February 11, 2013




Versi materi oleh Bondet Wrahatnala


Berikut ini mari kita bersama-sama mempelajari berbagai stratifikasi sosial dalam masyarakat dilihat dari beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia sebagai gambaran untuk memudahkanmu dalam memahami berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.



a. Stratifikasi Sosial Masyarakat Aceh

Ada dua sistem penggolongan masyarakat Aceh yang dianut, yaitu sebelum dan sesudah Indonesia merdeka.
1) Sebelum Indonesia merdeka, masyarakat Aceh dikelompok- kan sebagai berikut.
a) Golongan raja atau datuk.
b) Golongan uleebalang atau hulubalang.
c) Golongan ulama, termasuk kadhi dan imam.
d) Golongan rakyat biasa.
2) Setelah Indonesia merdeka, masyarakat Aceh dikelompokkan sebagai berikut.
a) Golongan penguasa dan pegawai negeri.
b) Golongan ulama (imam dan kadhi).
c) Golongan hartawan (pedagang besar, pemiliki kebun atau sawah yang luas, dan peternak kaya).
d) Golongan rakyat biasa (nelayan, buruh, petani, dan pegawai rendahan).



b. Stratifikasi Sosial Masyarakat Minangkabau

Stratifikasi sosial pada masyarakat Minangkabau dikelompokkan secara vertikal dan keaslian.

1) Secara Vertikal
Secara vertikal, masyarakat Minangkabau dapat kita kelompokkan atas golongan ninik mamak dan kemenakan.

a) Golongan ninik mamak adalah semua mamak-mamak rumah yang bergelar datuk dan bertugas sebagai penghulu. Mereka memegang kekuasaan untuk mengatur anak kemenakannya. Golongan yang setingkat dengan golongan ini adalah golongan cerdik pandai dan alim ulama.

b) Golongan kemenakan adalah golongan yang harus patuh kepada mamak-mamak mereka di dalam pengaturan negari. Semua anggota keluarga yang tidak menjabat sebagai penghulu atau mamak kepala waris dalam kaum, dan mamak tunganai di rumah tangga disebut sebagai kemenakan.

2) Secara Keaslian
Menurut sifat keasliannya, masyarakat Minangkabau dikelompokkan atas urang asa, kemenakan tali periuk, kemenakan tali budi, kemenakan tali ameh, dan kemenakan bawah lutuik.

a) Urang asa (orang asal) adalah keluarga yang mulamula datang ke tempat tertentu. Keluarga tersebut kemudian dianggap sebagai bangsawan dan menduduki stratifikasi tertinggi.
b) Kemenakan tali periuk adalah orang-orang yang merupakan keturunan langsung dari urang asa.
c) Kemenakan tali budi adalah keluarga-keluarga yang datang ke wilayah urang asa. Tetapi karena kedudukan dari tempat asal cukup tinggi dan dapat membeli tanah yang cukup luas dari urang asa, kedudukan mereka sederajat dengan keluarga urang asa.
d) Kemenakan tali ameh adalah para pendatang baru yang kemudian mencari hubungan dengan urang asa melalui perkawinan. Namun demikian, mereka kemudian tidak bergantung lagi kepada urang asa.
e) Kemenakan bawah lutuik adalah orang-orang yang hidupnya menghamba kepada urang asa dan tergantung kepadanya.



c. Stratifikasi Sosial Masyarakat Sunda

Masyarakat Sunda dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu menak dan cacah atau somah.
1) Golongan menak adalah golongan keturunan raden dan
 golongan yang karena sesuatu hal menjadi pegawai negeri yang kemudian disebut priyayi dan dianggap mempunyai tingkatan tertinggi di mata masyarakat.
2) Golongan cacah atau somah adalah golongan yang terdiri dari pedagang, buruh, petani, dan rakyat jelata.



d. Stratifikasi Sosial Masyarakat Manggarai

Masyarakat Manggarai dikelompokkan ke dalam golongan kraeng, ataleke, dan aziana.
1) Kraeng, adalah golongan atas yang terdiri dari para bangsawan.
2) Ataleke, adalah golongan menengah yang terdiri dari petani, pedagang dan tukang.
3) Azi ana (budak), adalah golongan bawah yang terdiri dari orang-orang yang tertangkap di waktu perang, orangorang berutang dan tidak sanggup membayar, serta orangorang yang dijatuhi hukuman karena melanggar adat.


0 komentar:

Post a Comment