April 6, 2012

Versi materi oleh Ismawanto


Persamaan akuntansi diperlukan untuk mengenalkan awal pemikiran akuntansi dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan.


1. Prinsip Keseimbangan antara Aktiva dengan Pasiva


Setiap transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan dicatat dengan menggunakan sistem berpasangan dan prinsip keseimbangan antara aktiva dengan pasiva, artinya jumlah kekayaan harus sesuai dengan hak atas kekayaan perusahaan tersebut. Persamaan akuntansinya dapat ditulis:



Pasiva dibagi menjadi dua, yaitu hak dari para kreditur (kewajiban) dan hak dari pemilik perusahaan (ekuitas), artinya harta bisa berasal dari pemilik perusahaan yang disebut modal dan bisa juga berupa pinjaman (dari luar perusahaan) yang disebut kewajiban/utang. Jadi, persamaan akuntansinya berubah menjadi:




2. Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Akuntansi

Suatu transaksi keuangan sangat berpengaruh terhadap persamaan akuntansi. Beberapa kemungkinan pengaruh tersebut di antaranya sebagai berikut.

a. Suatu transaksi dapat memengaruhi harta saja, harta dan utang, harta dan modal, utang dan modal, serta besarnya harta, utang, dan modal.

b. Penambahan atau pengurangan aktiva akan selalu timbul diimbangi dengan penambahan atau pengurangan terhadap pasiva (utang dan modal).

c. Pendapatan akan selalu menambah modal, sedangkan beban akan selalu mengurangi modal.

Untuk lebih jelasnya, simaklah contoh pengaruh transaksi terhadap persamaan akuntansi di bawah ini.

Pada tanggal 1 Mei 2006 Tuan Zarkasih mendirikan sebuah usaha yang bergerak di bidang servis sepeda motor dengan nama Servis Sepeda Motor MINANG. Berikut ini transaksi selama bulan Mei 2006.

a. Diinvestasikan sebagai modal pertama berupa uang tunai sebesar Rp10.000.000,00 dan Peralatan kantor sebesar Rp500.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) bertambah Rp10.000.000,00, harta (peralatan) bertambah Rp500.000,00, dan modal bertambah Rp10.500.000,00.

b. Dibayar sewa atas ruangan usaha bengkel sebesar Rp60.000,00 untuk 1 bulan.
Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp60.000,00 dan modal berkurang Rp60.000,00.

c. Dibeli secara kredit perlengkapan bengkel dari Toko Motor Jaya seharga Rp400.000,00 dan peralatan bengkel seharga Rp1.000.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (perlengkapan) bertambah Rp400.000,00, harta (peralatan) bertambah Rp1.000.000,00 dan utang bertambah Rp1.400.000,00.

d. Diterima pendapatan atas jasa yang telah diberikan selama 1 minggu sebesar Rp 1.600.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) bertambah Rp1.600.000,00 dan modal bertambah Rp1.600.000,00.

e. Dibayar listrik dan air untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp200.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp200.000,00 dan modal berkurang Rp200.000,00.

f. Telah diselesaikan jasa servis kepada langganan dengan biaya yang diperhitungkan sebesar Rp750.000,00. Jumlah tersebut difakturkan untuk ditagih.
Pengaruhnya:
Harta (piutang usaha) bertambah Rp750.000,00 dan modal bertambah Rp750.000,00.

g. Dibayar sebagian utang atas pembelian pelengkapan sebesar Rp250.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp250.000,00 dan utang berkurang Rp250.000,00.

h. Diterima sebagian pelunasan piutang atas transaksi huruf f sebesar Rp500.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) bertambah Rp500.000,00 dan harta (piutang usaha) berkurang Rp500.000,00.

i. Tuan Zarkasih mengambil uang tunai untuk digunakan secara pribadi sebesar Rp100.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp100.000,00 dan modal berkurang Rp100.000,00.

j. Dibayar gaji pembantu bengkel untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp300.000,00 dan dibayar rekening telepon sebesar Rp75.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp375.000,00, modal juga berkurang Rp300.000,00 dan Rp75.000,00.

k. Pada akhir bulan Mei 2006 perlengkapan yang masih ada sebesar Rp250.000,00 dan peralatan bengkel disusutkan sebesar Rp50.000,00.
Pengaruhnya:
Harta (perlengkapan) berkurang Rp150.000,00, harta (akumulasi penyusutan peralatan) bertambah Rp50.000,00, dan modal berkurang Rp200.000,00.

l. Diterima pendapatan atas jasa servis sebesar Rp1.500.000,00
Pengaruhnya:
Harta (kas) bertambah Rp1.500.000,00 dan modal bertambah Rp1.500.000,00.


3. Pencatatan Transaksi ke Dalam Persamaan Akuntansi

Berdasarkan analisis transaksi dan pengaruhnya dalam persamaan akuntansi, maka dapat disusun persamaan akuntansi sebagai berikut.

0 komentar:

Post a Comment