March 7, 2012

Versi materi oleh Bondet Wrahatnala


Setelah kamu mengkaji subpokok bahasan di atas, tentunya kamu dapat menentukan beberapa faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya masyarakat multikultural bukan? Namun demikian, kita perlu mempelajari hal tersebut bersamasama. Marilah kita simak bersama pemaparan faktor yang dapat memengaruhi terbentuknya masyarakat multikultural.



1. Faktor Kondisi Geografis

Tentunya kamu telah mengetahui bahwa negara kita berbentuk kepulauan bukan? Dalam kenyataannya memang negara kita sangat luas yang terdiri dari puluhan ribu pulau yang masing-masing dipisahkan oleh lautan. Di samping itu, fenomena alam pada masing-masing pulau seperti curah hujan, suhu, keadaan kelembaban udara, dan reliefnya juga tidak sama.

Perbedaan-perbedaan yang menyangkut keadaan alam di negara kita ini disadari atau tidak telah memengaruhi keanekaragaman masyarakatnya. Masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan memiliki upaya sendiri untuk mempertahankan hidupnya, dengan lebih memilih mata pencaharian yang berkaitan dengan relief alam pegunungan, dan akhirnya mereka melahirkan kebudayaan sendiri. Begitu pula dengan orang-orang di tepi pantai, mereka tidak mungkin akan sama usahanya dengan orang-orang yang tinggal di lereng pegunungan. Mereka lebih memanfaatkan laut untuk mempertahankan hidupnya atau untuk menggali sumber pendapatan mereka, yaitu dengan menjadi nelayan.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang hidup di kota? Tentunya orang-orang yang tinggal di kota dengan relief yang berbeda dengan yang telah disebutkan di atas, tidak akan menjadi nelayan, penebang hutan atau petani, karena mereka telah dikondisikan oleh keadaan geografis mereka untuk tidak bekerja seperti itu, melainkan dengan membuka usaha, bekerja di kantor, mengajar, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, keadaan alam atau geografis suatu wilayah tidak menentukan kebudayaan suatu masyarakat, melainkan hanya pada corak kebudayaannya. Corak kebudayaan tersebut muncul dari kepribadian orang-orang yang hidup di sekitarnya. Misalnya, seorang nelayan memiliki corak kebudayaan yang ditandai dengan kepribadian yang keras, karena kehidupannya selalu dekat dengan ombak yang menderu, angin yang kencang, dan lain sebagainya.



2. Pengaruh Kebudayaan Asing

Letak negara kita secara geografis memang sangat strategis. Bagaimana tidak? Kalau kita coba mengingat sejarah, Indonesia merupakan jalur perdagangan internasional yang menghubungkan antara Eropa dengan Cina dan Jepang. Selain itu, letak negara kita yang berada di antara dua samudra besar, yaitu samudra Hindia dan Pasifik, serta dua benua besar, yaitu Benua


Asia dan Australia merupakan daya tarik tersendiri bagi bangsa asing untuk singgah, bahkan menetap di sini. Posisi demikian ini sangat memengaruhi masuknya budaya asing ke negara kita. Melalui para pedagang asing, pengaruh kebudayaan dan agama masuk ke negara kita. Masih ingatkah kamu bagaimana Islam masuk ke Indonesia? Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan yang memanfaatkan kondisi geografis Indonesia. Pada saat itu banyak para pedagang dari Gujarat yang singgah di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia. Sambil berdagang mereka menyebarkan ajaran agama Islam kepada penduduk di sekitar pelabuhan untuk kemudian disebarluaskan ke seluruh penjuru pulau tersebut.

Namun bukan hanya itu saja yang dapat mempermudah
masuknya budaya asing ke negara kita. Keterbukaan masyarakat kita dalam menerima budaya asing juga dapat memengaruhi terjadinya masyarakat multikultural. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih, pengaruh kebudayaan asing dapat dengan mudah masuk ke negara lain. Saat ini, budaya asing terutama teknologi yang bersifat praktis masuk dengan mudahnya ke negara kita. Hal ini karena masyarakat kita begitu terbuka dan merasa terbuai dengan kemudahan-kemudahan teknologi untuk membantu kehidupan mereka.

Budaya asing terutama teknologi sebenarnya memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Misalnya pemanfaatan internet sebagai media pendidikan. Tanpa kita sadari, internet seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang bersifat negatif. Misalnya mengakses situs porno, pembajakan kartu kredit, atau transaksi ilegal. Dengan demikian selain



3. Iklim yang Berbeda

Iklim yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain akan menimbulkan kondisi alam yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan ini, maka secara langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap pola-pola perilaku manusia dalam menyesuaikan diri dengan iklim tersebut. Hal ini terutama berhubungan dengan pemanfaatan iklim untuk menentukan sistem mata pencaharian hidup mereka, pakaian, makanan pokok dan lain-lain. Tahukah kamu apakah akibat? Tentunya akan terbentuk masyarakat yang multikultural berdasarkan iklim dan cuaca yang ada di wilayah tersebut.

Perbedaan iklim di dunia akan menyebabkan masyarakat yang berada di tempat dengan iklim tertentu akan berusaha menyesuaikan diri. Terutama dalam hal mata pencaharian hidup dan pola hidup sehari-hari, tentunya kebudayaan masyarakat juga akan menyesuaikan. Misalnya masayarakat yang hidup di daerah dengan iklim tropis mempunyai mata pencaharian di bidang agraris, pakaian yang dikenakan tidak terlalu tebal. Berikut ini adalah peta pembagian iklim di dunia. Simaklah baik-baik pembagiannya.




2 komentar: