January 19, 2013


Versi materi oleh Dibyo S dan Ruswanto


Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sebagian besar didapat dari bahan galian. Bahan galian memiliki jenis dan klasifikasi tersendiri. 

Menurut cara pembentukannya, bahan galian dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Bahan galian pegmatit, terbentuk di dalam saluran gunung api dan dalam bentuk intruksi (gang, apofisa).
2) Bahan galian magnetit, berasal dari magma dan terdapat di dekat dapur magma.
3) Bahan galian hasil metamorfosis kontak, yaitu batuan di sekitar magma yang bersentuhan dengan magma.
4) Bahan galian hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif rendah.
5) Bahan galian hasil pengendapan, yaitu bahan galian yang ter konsentrasi karena pengendapan di dasar sungai atau genangan air melalui proses pelarutan atau tidak.
6) Bahan galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena proses pelarutan pada batuan hasil dari pelapukan. Konsentrasi dapat terjadi di tempat asal batuan tersebut karena bagian campurannya larut dan terbawa air.

Dalam Undang Undang No. 11 Tahun 1976 tentang Pertam bangan di Indonesia mengacu PP No. 25 Tahun 2000, secara rinci telah menjelaskan mengenai kewenangan pemerintah dan provinsi sebagai daerah otonomi termasuk di bidang pertambangan terdapat klasifikasi bahan galian menurut kepentingannya bagi pemerintah, yaitu sebagai berikut.

1) Golongan A, yaitu golongan bahan galian yang strategis. Artinya bahan galian tersebut penting untuk pertahanan/keamanan Negara atau untuk menjamin perekonomian negara.
Contoh: semua jenis batu bara, minyak bumi, bahan radioaktif tambang aluminium (bauksit), timah putih, mangaan, besi, dan nikel.

2) Golongan B, yaitu golongan galian yang vital, yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak.
Contoh: emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu permata, mika, dan asbes.

3) Golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B.

3 komentar:

  1. Peraturan Pemerintah ini seharus nya di sampaikan kepada pihak/instansi terkait , terutama Pabean Dan Bea Cukai, yg bersentuhan langsung dengan PP No. 1 th 2014. Karena Banyak Petugas instansi khususnya Bea cukai, yang tidak paham akan Jenis2 Tambang yang "TIDAK BOLEH" di ekspor dan "YANG BOLEH" ekspor, Karena Masing2 Bahan Tambang Mempunyai Peraturannya sendiri-sendiri.
    Akibat Dari ketidaktahuan Petugas Pabean ataupun Bea Cukai, Akhirnya " BARANG YANG BUKAN JENIS MINERAL ATAU BATUBARA PUN IKUT DILARANG..". Dengan alasan ini barang tambang, tidak boleh di ekspor, Ketika di tanya Alasannya apa...?, dengan enteng nya Petugas Menjawab :' Dari Pusat nya pak. Ini contoh Kurangnya Sosialisasi kepada instansi yg terkait dengan PP no 1 th 2014.
    Misal : Jasa Pengiriman Barang Internasional, Freight Forwarder, Jasa Export.
    Harus diperjelas lagi oleh Pemerintah Pembuat Peraturan kepada instansi yang Terkait dengan PP 1 no 2014 , Dan Diberikan Selebaran Agar Mereka Faham dan Mengerti Tentang Barang Tambang yg TDK BOLEH dan BOLEH untuk di Export...Supaya Tidak Salah Asumsi Bahwa Semua Jenis Barang Tambang TIDAK BOLEH di ekspor.....Ini sangat sangat Merugikan Pengusaha yg bergerak di Bidang Barang Tambang yg Jenisnya BUKAN yg DILARANG EKSPOR.
    Semoga Semua Pihak Bisa membantu Masyarakat Indonesia dalam membantu Perkembangan Kesejahteraan sosialnya, Dengan Pencerahan dan Informasi yang Bermanfaat untuk Banyak Orang.

    ReplyDelete
  2. Mohon disosialisasikan kepada para instansi terkait dan masyarakat luas agar tidak Berasumsi SALAH, Bahwa BUKAN SEMUA jenis BAHAN TAMBANG itu TIDAK BOLEH di EKSPOR.
    Ini akan Menghambat para pengusaha kecil dan menengah yg berusaha dibidang Tambang yg Tidak termasuk ke dalam KRITERIA Barang Tambang yg di larang ekspor.
    Karena UMUM nya Jenis TAMBANG MINERAL dan BARANG TAMBANG dgn KRITERIA kelas A dan B, Hanya Dapat Dilakukan oleh Para Pengusaha Dalam dan luar Negeri Dengan Capital yg Sangat Besar. Bukan Oleh para Pelaku Usaha yang tergolong kelas Menengah ke Bawah.

    ReplyDelete