August 7, 2012



Versi materi oleh Bondet Wrahatnala


Damar adalah seorang pemuda yang memiliki semangat perubahan yang cukup tinggi di antara kelima saudaranya. Setelah lulus dari SMA, dia diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Teknik Elektro. Namun demikian, saudara-saudaranya kurang begitu senang dengan diterimanya Damar di ITB mengingat biaya pendidikan yang tinggi dan biaya hidup yang tinggi karena harus indekos.

Oleh karena itu mereka menolak kepergian Damar. Beda halnya dengan Pak Jono, ayah Damar. Sebagai seorang Ayah, Pak Jono dengan tegas memutuskan Damar harus tetap kuliah di ITB, dan semua biaya akan ditanggung oleh Pak Jono. Kelima saudara Damar mau tidak mau harus menerima keputusan ayahnya, meskipun tidak sesuai dengan keinginannya.

Ilustrasi di atas menggambarkan adanya suatu hubungan sebab akibat terjadinya suatu perubahan sosial, di mana dalam setiap bentuk perubahan pasti memiliki konsekuensi yang tidak ringan dalam kehidupan sosial. Setiap perubahan sosial selalu membawa akibat bagi kehidupan masyarakat, baik itu positif maupun negatif.



1. Akibat Positif Perubahan Sosial

Akibat positif dari adanya perubahan sosial adalah terjadinya perubahan-perubahan yang mengarah pada perbaikan- perbaikan dan kemajuan-kemajuan yang mendorong terciptanya integrasi dalam masyarakat.

Adapun beberapa akibat itu adalah sebagai berikut.

a. Perubahan terhadap nilai dan sikap menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan semacam ini sering pula disebut dengan perubahan yang bersifat progress atau perubahan menuju ke arah kemajuan. Sedangkan kebalikannya adalah perubahan yang bersifat regress, yaitu perubahan yang justru membawa ke arah yang lebih buruk. Contoh perubahan yang membawa ke arah yang lebih baik adalah pembangunan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti sekolah, tempat-tempat ibadah, telepon umum, jalan, dan lain-lain.

b. Menggalakkan disiplin nasional. Sebuah perubahan ke arah yang lebih baik setidaknya harus ada upaya untuk mempertahankan atau menjaga agar perubahan itu tetap stabil dan konsisten. Oleh karena itu semangat disiplin harus digalakkan agar kehidupan masyarakat menjadi lebih teratur dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Misalnya menaati rambu-rambu lalu lintas, membudayakan antre, dan lain-lain.

c. Minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan sangat besar. Seperti yang terjadi saat ini, dengan adanya perubahan sosial, maka masyarakat yang memiliki pemikiran maju akan merasa bahwa hanya dengan ilmu pengetahuan akan dapat mengimbangi iklim perubahan tersebut.

d. Masyarakat semakin banyak memanfaatkan teknologi dalam beraktivitas. Perkembangan ilmu pengetahuan pasti akan membawa perubahan dalam bidang teknologi. Mengingat kondisi sekarang ini, masyarakat juga beranggapan bahwa dengan penguasaan dan pemanfaatan teknologi akan membawa dirinya ke arah perubahan yang bersifat progress.

e. Mendorong masyarakat menggunakan bahasa secara baik dan benar, serta efektif dan efisien. Perubahan sosial yang ditandai dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan pola pemikiran manusia mendorong masyarakat menggunakan bahasa yang cenderung lebih efektif dan efisien, tanpa harus menggunakan basa-basi yang berlebihan.



2. Akibat Negatif Perubahan Sosial

Di samping akibat-akibat positif seperti telah kamu pelajari sebelumnya, perubahan sosial ternyata juga menimbulkan akibat negatif. Beberapa akibat negatif perubahan sosial yang dapat teridentifikasi di antaranya adalah sebagai berikut

a. Gaya Hidup Kebarat-baratan atau Westernisasi
Westernisasi adalah proses pengambilalihan atau penentuan secara langsung budaya Barat tanpa seleksi atau penyesuaian dengan budaya setempat. Orang yang bergaya hidup ini menganggap dirinya sudah seperti orang Barat, namun hanya meniru gaya hidupnya saja secara lugas, tanpa mengetahui makna dari gaya hidup tersebut. Mereka lebih ke arah memamerkan kekayaan dengan menerapkan gaya hidup tersebut.

b. Hidup Boros atau Timbulnya Budaya Konsumerisme
Kehidupan glamour masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah kota-kota besar akan selalu diwarnai dengan budaya konsumerisme, yaitu kebiasaan membelanjakan uang dengan tujuan yang tidak jelas atau hanya untuk tujuan pemborosan. Misalnya kebiasaan masyarakat berbelanja berbagai macam kebutuhan rumah tangga di mal.

c. Keresahan Sosial atau Kecemburuan Sosial
Hal ini akan muncul jika ada kesenjangan antara orang-orang yang menginginkan terjadinya perubahan dengan orangorang yang enggan melakukan perubahan. Biasanya orangorang yang enggan melakukan perubahan ini akan menghalang- halangi terjadinya perubahan.

d. Timbulnya Konflik
Konflik ini bisa terjadi antarindividu atau bahkan antarkelompok dalam masyarakat. Akibatnya akan melahirkan disintegrasi dalam masyarakat tersebut.

1 komentar: