March 12, 2012




Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat di mana di dalamnya terdapat beraneka ragam bentuk budaya yang dapat dilihat dari perbedaan suku bangsa, agama, ras, dan yang lainnya.

Konsekuensi yang muncul akibat adanya masyarakat multikultural adalah terciptanya integrasi sosial dan konflik sosial.

Integrasi sosial adalah suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar.

Menurut William F. Ougburn dan Meyer Nimkoff, syarat berhasilnya integrasi social adalah sebagai berikut.
– Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil mengisi kebutuhan satu sama lain.
– Telah dicapai konsensus bersama mengenai nilai-nilai dasar yang dijadikan acuan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
– Nilai-nilai dan norma-norma dasar tersebut telah hidup dan berkembang cukup lama dan konsisten, serta tidak berubah-ubah.
– Masing-masing individu dan kelompok sosial yang berbeda-beda mau dan mampu mengendalikan diri, dan saling menyesuaikan diri satu sama lain.
– Selalu menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan untuk keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
– Masing-masing pihak merasa memajukan pergaulan yang komunikatif dan akomodatif demi mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tahapan proses integrasi sosial adalah tahap akomodasi, kerja sama, koordinasi, dan asimilasi.


Ada beberapa kekuatan yang relevan dan fungsional dalam proses integrasi sosial, yaitu homogenitas kelompok, besar kecilnya kelompok, perpindahan fisik, serta efektivitas dan efisiensi komunikasi.

Beberapa faktor yang menghambat proses integrasi sosial adalah primordialisme, etnosentrisme, diskriminasi, dan politik aliran.

Konflik adalah proses sosial yang disosiatif atau proses yang memecah belah.

Interseksi adalah persilangan atau pertemuan atau titik potong keanggotaan anggotaanggota dari dua suku bangsa atau lebih dalam kelompok-kelompok sosial di dalam suatu masyarakat majemuk.

Konsolidasi adalah penguatan atau peneguhan keanggotaan anggota-anggota masyarakat dalam kelompok-kelompok sosial melalui tumpang tindih keanggotaan.

Konsekuensi interseksi dan konsolidasi dalam masyarakat di antaranya adalah sebagai berikut.
– Proses interseksi dapat meningkatkan saling pengertian antarindividu yang berbeda ciri badaniah dan latar belakang sosial dan budaya.
– Proses interseksi dapat menyebabkan luntur atau hilangnya identitas individual anggota kelompok sosial, karena setiap anggota mengesampingkan identitas individual dan mengedepankan persamaannya dengan anggota kelompok atau identitas bersama dalam kelompoknya.
– Proses konsolidasi dapat meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok.

0 komentar:

Post a Comment